Anak Kedua Lebih Sulit Diatur Dibandingkan Anak Pertama, Benarkah?

Percaya tidak percaya, urutan lahir seseorang ternyata berpengaruh terhadap kepribadiannya. Alfred Adler, seorang psikoterapis sekaligus pendiri The School of Individual Psychology telah mengungkapkan teori kepribadian anak berdasarkan urutan lahir sejak tahun 1920-an. Menurut Adler, anak kedua memang biasanya memiliki daya juang yang lebih tinggi karena ingin mengungguli si sulung yang cenderung dianggap sebagai contoh oleh orangtuanya. Ambisius menjadi sikap yang dimiliki si bungsu. (foto cover: ilustrasi, sumber)



Sebuah studi yang dilakukan di Stanford University menunjukkan bahwa anak kedua paling sering iri.

Namun, ia dianggap sosok yang berani dan paling banyak bicara di antara saudaranya.

Mereka lebih gigih dalam mencapai cita-cita karena membuktikan dirinya bisa menjadi anak yang sukses di kemudian hari.

Jika tidak dihadapi dengan baik, bukan tidak mungkin sikap gigih dan ambisius anak kedua malah mengubahnya jadi anak yang tak bisa diatur.

Tapi tak selamanya anak kedua atau si bungsu tidak bisa diatur.

Semua itu tergantung bagaimana pola asuh yang Ibu terapkan kepada anak.

Ibu perlu paham apa yang menjadi kebutuhan si kecil.

Kepribadian anak yang berbeda-beda juga membuat Ibu perlu mencari akal dalam melakukan pendekatan.

Misalnya pada anak yang terlalu sensitif, ada baiknya Ibu tak terlalu memberinya tekanan agar si kecil tidak merasa stres dan malah berujung pada pemberontakan.

Sumber: intisari

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel