Benarkah Suara Adzan Bisa Melemahkan Virus Corona? Ini Fakta dan Penjelasannya...

Sebuah video dengan judul 'Percaya atau Tidak Suara Adzan Dapat Meminimalisir Virus Corona' ramai dilihat netizen di media sosial. Video tersebut coba membuktikan virus mematikan yang sudah menewaskan 177.256 orang secara global itu bisa dikalahkan dengan suara adzan.



Akun Facebook yang membagikan video tersebut adalah Yanuhardgi. Terpantau Okezone, video dibagikan 8 hari yang lalu, tepatnya pada 14 April 2020. Sudah ada 11 ribu netizen yang melihat dan telah dibagikan ulang sebanyak 180 kali.

Yanuhardgi pun menuliskan keterangan dalam unggahan videonya tersebut.

"Percaya atau Tidak, Suara Adzan Dapat Meminimalisir Virus Corona

Penemuan ilmuwan di Eropa, virus COVID-19 akan melemah bila didengarkan suara adzan. Pembuktian engan teknologi. Allahu Akbar. Boleh percaya, boleh tidak," tulisnya.

Lantas apa isi dari video tersebut?

Terdengar suara perempuan membacakan narasi yang cukup panjang. Ia coba menjelaskan informasi terkait suara adzan yang diyakini bisa meminimalisir virus corona. Berikut kalimatnya:

"Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatu.

Di tengah semakin mewabaknya pandemi virus corona yang penyebarannya kian merata ke seluruh benua, baik benua Asia, Eropa, dan Amerika, kini ditemukan sebuah penelitian di Eropa bahwa suara adzan dapat meminimalisir penyebaran virus corona.

Diketahui bahwa virus corona, ketika diperdengarkan suara adzan, wujudnya semakin mengecil. Namun, ketika virus corona diperdengarkan suara-suara lainnya, seperti musik wujud virus tersebut terlihat di mikroskop semakin membesar.

Sehingga beberapa otoritas pemerintahan di beberapa negara Eropa mulai mengizinkan serta mengajak warga Mulsim yang tinggal di wilayah tersebut untuk mengumandangkan suara adzan di rumah mereka masing masing.

Cek Fakta

Seperti di Belgia, Spanyol, Perancis, Jerman, dan lain-lain. Sebelumnya otoritas negara Belgia pernah melarang semua warga untuk melakukan salat di masjid untuk memutus mata rantai virus corona. Namun kini mereka mengizinkan adzan berkumandang dalam upaya meningkatkan moral umat Islam serta guna menangkal virus corona.

Dan beberapa wilayah di Eropa mulai digalakkan umat Muslim mengumandangkan suara adzan dan setelah mereka mengumandangkan adzan, mereka mendapat tepuk tangan sebagai bentuk apresiasi atau dukungan dari masyarakat atau warga Eropa di sekitar tersebut."

Begitu bunyi narasi yang dibacakan seorang perempuan. Kemudian, video berlanjut ke rekaman pembuktian kalau virus corona benar-benar mengecil kadarnya ketika dikumandangkan adzan. Itu dilihat dari grafik yang tampil di layar komputer.

Belum berhenti di situ, video berdurasi 8 menit 24 detik itu pun kemudian memperlihatkan beberapa negara yang masjidnya kini telah mengumandangkan adzan.

Setelah video ini meluas, akun turnbackhoax.id pun langsung memberikan tanggapannya dan mengatakan kalau informasi yang disampaikan video tersebut sangat keliru dan menyesatkan.


"Beredar unggahan video melalui Facebook mengenai suara azan yang dapat melemah jika didengarkan suara azan. Dalam salah satu potongan video memperlihatkan grafik suara tidak muncul jika diputarkan suara azan yang menggambarkan bahwa virus Corona melemah.

Berdasarkan hasil penelusuran, video dalam unggahan tersebut pernah tayang di laman YouTube dengan judul “The Spiritual Healing Effects Of Adhaan (call to prayer)” diunggah oleh “Mehbooba – ” pada 11 Oktober 2016.

Cek Fakta

Video tersebut kemudian dibantah faktanya oleh artikel ilmfeed.com berjudul “This Viral Video About The Effects of Music and the Adhan on the Body is Simply Not True” pada 12 Oktober 2016.

Artikel tersebut mengatakan bahwa perbandingan grafik suara tersebut bukan efek dari suara azan, grafik tersebut tidak muncul karena tipe suara azan yang dimainkan adalah mono.

Berdasarkan penjelasan tersebut, informasi dalam unggahan video Facebook tidak benar. Oleh sebab itu unggahan video Facebook itu masuk dalam 'Misleading Content atau Konten yang Menyesatkan'," isi laporan tersebut.


Sumber:okezone.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel