Bukan Karena Malas, Perempuan Memang Harus Banyak Tidur Karena Otaknya Bekerja Keras.Benarkah?

Membersihkan rumah sambil menyiapkan sarapan, menjawab telepon sambil menata perabotan rumah, mengurus anak sambil makan siang. Ya, multitasking adalah bakat luar biasa dari kaum perempuan yang sayangnya, selalu mengakibatkan stress dan kelelahan.



 Pertanyaannya, berapa lama perempuan harus tidur agar tetap sehat, bersemangat, dan produktif? Logikanya begini, semakin banyak kamu menggunakan otak pada siang hari, maka semakin banyak waktu yang kamu butuhkan untuk tidur di malam harinya.

Dan karena rata-rata perempuan selalu bekerja dengan cara yang lebih kompleks ketimbang laki-laki, mereka membutuhkan lebih banyak waktu untuk tidur. Orang dewasa rata-rata membutuhkan 6-8 jam untuk tidur agar bisa memulihkan kondisi tubuh dari kelelahan siang harinya. Padahal faktanya, perempuan tidak pernah tidur selama itu, apalagi bagi mereka yang sedang mempunyai balita.

Lebih mudah terbangun saat tidur

Hal itu lebih berdampak buruk pada kesehatan perempuan ketimbang laki-laki. Seperti masalah jantung, diabetes, depresi, stress, atau kecemasan. Ketika hal itu terjadi, mimpi para perempuan di malam hari cenderung lebih ringan dan sensitif terhadap suara bernada tinggi sehingga mudah terbangun.

20 menit ekstra

Solusinya bagaimana? Menambah jam tidur sekurang-kurangnya 20 menit (dari waktu tidur normal 6-8 jam) setiap hari sangat membantu untuk memastikan para perempuan tetap ceria dengan pekerjaan multitasking mereka. (inovase)

Wanita Butuh Waktu Tidur Lebih Lama Ketimbang Pria

Penelitian terbaru mengungkapkan, meski rata-rata waktu tidur yang dibutuhkan orang dewasa adalah tujuh sampai delapan jam, tapi ternyata waktu tidur wanita perlu ditambah sedikit lebih banyak dari pria. Studi dari Loughborough University's Sleep Research Center di Inggris yang diikuti 210 relawan wanita dan pria usia pertengahan mengatakan, wanita membutuhkan waktu tidur 20 menit lebih banyak dari pria.

"Otak wanita bekerja dengan cara yang berbeda dibanding pria, jadi kebutuhan tidur mereka sedikit lebih besar," kata profesor Jim Horne, mantan direktur Loughborough University's Sleep Research Center. "Perempuan cenderung untuk multitasking atau mengerjakan beberapa hal sekaligus dan mereka lebih fleksibel. Hasilnya, wanita menggunakan energi dan otak lebih banyak daripada pria, sehingga cenderung lebih lelah.

" Studi ini juga menemukan, bahwa wanita lebih mungkin mengalami depresi, marah atau bersikap bermusuhan karena kurang tidur. "Bagi wanita, kurang tidur sangat terkait dengan tekanan psikologis," kata Horne. "Sebaliknya, pria tidak mengalami depresi seperti wanita ketika kurang tidur." Horne mengatakan, bahwa kecenderungan perempuan tidur lebih lama bukan karena kesalahan wanita itu sendiri. Melainkan, karena fakta bahwa wanita memiliki gelombang tidur yang lebih lambat dan memerlukan proses pemulihan yang waktunya lebih panjamg dari pria.

"Wanita memerkerjakan korteks serebral mereka lebih keras dibanding lawan jenisnya. Jadi, wajar saja jika mereka butuh istirahat yang lebih panjang" kata Horne lagi. Beberapa studi menguatkan klaim studi di atas. Ilmuwan Duke University menemukan bahwa wanita dapat menghadapi konsekuensi kesehatan yang lebih serius jika kurang tidur. "Contohnya, terjadi peningkatan risiko sakit jantung dan diabetes tipe-2 lebih tinggi dari pria dan perbedaannya cukup signifikan," jelas Edward Suarez, PhD, profesor psikiatri dan sains perilaku Duke University.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Wanita Butuh Waktu Tidur Lebih Lama Ketimbang Pria",

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel